Rabu, 25 Januari 2017

Prolog ~




" kamu jangan terlalu percaya pada lelaki itu ! " ujar ibuku . " Ah, lagi - lagi ibu mengatur hidupku". pikirku. " ya, ya.... ibu baik - baik di sana" kataku sambil menutup panggilan telepon ibuku. "Menyebalkan !!! " teriaku kesal.


Aku Anita, 22 tahun, Mahasiswa S2 di Korea Advance Institute Science and technology. Sudah satu tahun aku menempuh pendidikan program magister di negeri gingseng ini. Dan Adira, laki - laki yang di bicarakan ibuku. Dia teman Sdku dan sudah sekian tahun kami tidak bertemu. Entah Angin dari mana yang membuat Adira menghubungiku lagi serta secara tiba tiba mengatakan " Aku sudah menyukaimu dari dulu, semenjak kamu pindah ke sekolahku ketika kita masih duduk di sekolah dasar" . Kalimat pertama yang dikatakannya adalah Ungkapan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan pada 13 tahun yang lalu. " kamu tahu, sudah lama aku mencari keberadaanmu, perasaanku yang ada semenjak kita berada di sekolah dasar semakin besar, aku semakin mengagumi, aku semakin menyukaimu. " kata-kata Adira yang mnyentuh terngiang di kepalaku lagi. Aku tersenyum sendiri mengingat betapa senangnya perasaanku dan bahkan kupu - kupu di perutku muncul dengan tiba tiba.


" Ahhh, Menyebalkan!!" teriakku teringat lagi ucapan ibuku.

Ibu tak mengetahui bahwa aku dan adira telah berstatus pacaran dua bulan terakhir ini. Awalnya aku hanya sedikit tersentuh mengingat pertama kalinya ada seorang pria yang begitu setia menyukaiku dari sd sampai sekarang. Entah kenapa, lama lama kelamaan aku pun merasakan kenyamanan ketika bertemu dengannya. Aku dan Adira bertemu diam - diam ketika aku berada di Indonesia. Sungguh kekanakan untuk backstreet di umur yang sudah tak remaja ini. Dan akhirnya kami menjalani hubungan jarak jauh karena aku masih harus menyelesaikan pendidikan ku dan Adira harus menjalani tugas dan tanggung jawab nya sebagai Aparatur Negara di negeriku, Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar